Mustang303.Net
Berita Terkini & Terpercaya
Ribuan unit motor listrik untuk operasional MBG, transparansi pembelian jadi sorotan
Mustang303.Net – Pengadaan ribuan unit sepeda motor listrik untuk mendukung operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, transparansi proses pembelian yang dilakukan oleh pihak vendor diduga tidak berjalan sesuai prosedur, memicu pertanyaan dari berbagai kalangan termasuk anggota dewan dan pegiat antikorupsi.
Foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan ratusan unit motor listrik berstiker "BGN" (Badan Gizi Nasional) terparkir rapi di sebuah gudang penyimpanan. Foto tersebut langsung viral dan menuai beragam komentar warganet yang mempertanyakan sumber anggaran serta mekanisme lelang pengadaan kendaraan dinas operasional tersebut.
Kebutuhan Operasional vs Transparansi Anggaran
Program MBG yang digadang-gadang sebagai program unggulan untuk meningkatkan gizi masyarakat membutuhkan dukungan logistik yang masif. Ribuan motor listrik rencananya akan digunakan para petugas untuk mendistribusikan paket makan bergizi ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Namun, tanpa pengumuman resmi terkait nilai kontrak dan daftar pemenang tender, publik menilai ada yang tidak beres.
"Kami mendukung efisiensi dan go green, tetapi tidak bisa mengorbankan prinsip transparansi. Rakyat berhak tahu berapa anggaran yang dikeluarkan dan kepada siapa uang itu mengalir," ujar seorang anggota Komisi VI DPR yang enggan disebutkan namanya.
Panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi
Menanggapi kegaduhan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan akan segera memanggil sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional serta pihak vendor terkait. Lembaga antirasuah ingin memastikan tidak ada mark-up harga atau konflik kepentingan dalam proyek pengadaan yang diperkirakan menyerap anggaran puluhan miliar rupiah tersebut.
"Jika memang prosedurnya benar dan transparan, tidak perlu takut dengan sorotan. Justru ini kesempatan untuk menunjukkan tata kelola yang baik," ujar juru bicara KPK dalam pesan singkatnya.
Respons Badan Gizi Nasional
Kepala Humas Badan Gizi Nasional, Ahmad Fauzi, membenarkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari rencana strategis untuk memperkuat distribusi program MBG. Namun, ia mengaku belum bisa membeberkan detail kontrak karena masih dalam proses finalisasi administrasi.
"Kami berkomitmen untuk taat aturan. Segera setelah semua dokumen rampung, akan kami buka kepada publik. Untuk sementara, mohon bersabar," ujar Ahmad dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/4/2026).
Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Rudi Hartono, menilai bahwa respons "bersabar" justru semakin menimbulkan spekulasi negatif. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, proyek sekelas MBG yang menyangkut hajat hidup orang banyak seharusnya dikelola dengan prinsip transparansi penuh sejak awal.
Baca Juga: Dampak Program MBG terhadap Perekonomian Lokal | Vendor Diduga Terafiliasi dengan Pejabat Pusat
Kesimpulan Sementara
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi mengenai penghentian atau kelanjutan proyek pengadaan motor listrik tersebut. Masyarakat dan pegiat antikorupsi masih terus memantau perkembangan kasus ini. Mustang303.Net akan terus mengawal isu ini hingga tuntas, karena hak publik untuk mengetahui aliran uang negara adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Ikuti terus update terbaru seputar kasus ini hanya di Mustang303.Net.
💬 Komentar